#Kelas

aku dan dia, serta dia tersenyum sumbing. terasa kemenangan pada pihak kami. dan kebebasan terasa menjadi milik kami. 

tapi rupanya, kebahagian itu sekejap cuma. ada cerita lain disebaliknya. 

#Kelas (yang sama, tapi sehari kemudian.) 

aku kira, aku boleh tetap memegang pendirian aku. ya, dengan menghiris beberapa hati lain. dan aku, mengharapkan mereka faham apa yang aku cuba sampaikan, tapi dek kelemahan aku, dek titisan air mata yang lebat menyimbah pipi, dek suara yang berpasir hebat, aku membiarkan sahaja segala soal-soalan tersebut. 

43:67. Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.

Dan membiarkan kalian dalam persoalan. Terasa aku menzalimi kalian. Kerna aku tak mampu untuk meluahkan segalanya pada kalian, waktu itu. tidak pula aku kira berapa mata yang merah, berapa gelen air mata yang berjaya dikumpul. salah pada aku kerna tidak menerangkan yang sebenarnya. KERNA AKU TIDAK MAMPU. 

Image

dan kalau lah mudah mengungkapkan sayang dan cinta tanpa perlu aku bersuara. 
dan lagi mudah andainya kalian faham cinta dan sayang yang bagaimana yang aku maksudkan

#Library

apa yang menyebabkan srikandi ini mengubah keputusannya” Dia datang dari luar, menarik kerusi dan duduk di hujung. 

aku membiarkan sepi antara kami. menelan air liur. rasa perit. sakit mungkin disebabkan tonsilits yang wujud. masih menunggu waktu yang sesuai untuk bertemu dukter. 

Aku mengerling mataku ke arahnya seketika. Tanpa menjawab soalan, aku teruskan fokusku pada Sang Waqiah (tulisan siapa ntah). aku menarik nafas. sama-sama faham beratnya perasaan yang muncul. 

sebab banyak lagi benda yang aku kena buat. dan aku tak mampu untuk sibukkan hati aku, akal aku dengan benda-benda macam ni. Dan memang kalau diikutkan hati, aku tetap ingin teguh dengan pendirian aku, setelah apa yang berlaku lepas. Tidak berbaloi untuk membiarkan perasaan semua orang termasuk aku sendiri. Aku minta maaf. Mohon doanya dari engkau supaya Allah mudahkan segalanya. dan aku, tidak membuat keputusan ini seorang.” aku menjawab perlahan. Tidak adil rasanya menzalimi dia.

Dia bangun, meninggalkan aku seorang di situ yang masih dengan Sang Waqiah. 

Tapi, hingga sekarang, masih terngiang-ngian suara itu bertanya, “apa yang menyebabkan srikandi ini mengubah keputusannya?”

#Surau

“Menangis adalah pelepasan emosi yang paling tepat saat kita tidak bisa mengungkapkannya lewat kata-kata,” -Dr Simon Moore (Psikologist London Metropolitan Uni)

 

[Air mata di Jalan Dakwah.]

******

Dan aku memang belajar banyak perkara daripada kisah ini. tertanya dari mana kekuatan yang aku dapat sewaktu meluahkan perasaan saat itu. ya, kuat hanya dengan yang maha kuat. 

3:159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.  Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

 

Terlupa pada perkara ini seketika mungkin waktu itu? Allahu musta’an.