“Eh. cikgipauh!!!” Muka teruja habes. Dan yang lain-lain, memandang-mandang. Dan tersenyum-senyum. Ye, sebab sudah sekian lama tidak bertemu.

“Owh, inilah cikgipauh.” itu kata mereka yang tak pernah tahu siapa cikgipauh.

Dan aku menjadi risau. Risau kerana, nama itu dikenali. Allah. Bahkan kemana-mana aku pergi, pasti kata-kata yang sama berkumandang.

***

al-Akhfiya’ itu maksudnya orang-orang yang tidak suka suka popularitas. sungguh aku takut, sedikit amal yang dilaksanakan itu bagai debu-debu berterbangan, tiada nilai di sisi Allah. =(

amal itu, dah lah sedikit, tiada pula nilai di sisi Allah. Takut.

***

dalam kalangan pendahulu kita, hati-hati bersih itu begitu banyak, meskipun tidak dianggap penting untuk dibicarakan oleh lidah orang-orang yang selalu mengucapkan kalimat haq.

:itulah hati-hati yang tulus, yakni yang tidak pernah melirik dan menginginkan kedudukan duniawi.

:itulah hati-hati yang tulus, yang tidak pernah memikirkan posisinya di jalan dakwah di belakangkah atau didepan, selagi masih tetap berada di jalan itu, mereka tetap menyeru kepada Allah.

:itulah hati-hati yang tulus, yang tidak pnerha mengenal istirehat, bosan dan keluh-kesah bahkan senantiasa berdoa setiap kali terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan dakwah.

:itulah hati-hati tulus, yang tidak mengenal batas waktu untuk bekerja demi dakwah dan tidak mengenal hujung untuk  beristirehat. Tetapi setia saat dalam kehidupan mereka gunakan untuk berdakwah bahkan hidup mereka merupakan dakwah.

:itulah hati-hati yang tulus yang tidak pernah bekerja kerana sesiapa atau supaya dilihat orang atau kerana sekelompok orang atau untuk memperoleh sesuatu harta duniawi. Tetapi mereka bekerja hanya untuk memperoleh redha Allah semata.

:itulah hati-hati tulus yang tampil di depan disaat orang-orang lain eggan dan menunjukkan keteguhan disaat orang-irang lain terpeleset dan tetap bersabar di saat orang-orang lain mengeluh dan bersikap bijak disaat orang lain bertindak bodoh dan tetap mengampuni di hala hak-haknya dipecundangi orang.

:itulah hati-hati tulus yang tidak pernah mengela balas dendam dalam dirinya. dan,

:itulah hati-hati tulus yang tidak pernah bisa tidur karena ikut menderita atas apa yang menimpa islam.

Ya, apabila benar-benar ada hati-hati ini pasti diketahui Allah kejujuran niatnya sebagaimana yang mereka nyatakan dalam bai’ah dan janji mereka, maka niscayalah allah memberikan pertolongan kepada mereka di muka bumi dan memberi mereka kepercayaan untuk mengemban kemenangan itu, bukan sekadar untuk dirinya sendiri, tetapi agar mereka tegak memikul amanat Manhaj Illahi.

[al-akhfiya’: orang-orang yang tidak suka popularitas, Walid bin Said Bahakim]

***

Those who kneel down to ALLAH can stand up for anything.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

and even reach the sky with her hearts!