Bermain analogi. DALAM.

kalau kita tak pernah berada dalam kawasan peragut yang ramai, 
maka kita takkan belajar dan ingat untuk memegang beg kita dengan kuat. 

-UQY-

Iman, kalau tak diuji, mana mungkin kita akan berpegang denganya. 

mungkin sahaja, makin hari makin lalai. 

 

Heh, dalam sangat analogi. Kalau tak diterangkan kembali, memang tak tahu sama ada mampu atau tak membuat perkaitannya. 

Kata pula buku Berjuang Di Dunia, Mengharap Pertemuan Di Syurga, orang mukmin, bila diuji imannya, akan kembali pada Allah, tapi orang munafik, kalau diuji imannya, solusi yang dicari ialah berseronok dengan jahiliyyah. 

Heh, sentap tak? 

kalau sentap, hati itu yang bermasalah. Mana mungkin takda rasa langsung pada hatiyang Allah pernah ketuk dengan jalan tarbiyyah ini? 

heh. saja, nak sentapkan diri sendiri. sebab kadangkadang, eh bukan kadangkadang tapi selalu lupa pada nikmat yang satu ni. Nikmat IMAN.

Terjatuh dalam lumpur, bergelumang syok2 dengan lumpur, sebab lumpur baik untuk kulit, syoksyok, kalau Allah tak tarik, tak hantar manusia-manusia untuk tarik keluar dari lumpur tuh, mungkin, sekarang tidur lambar sebab bermain lumpur?

allah, aku nak husnul khotimah. T_T

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s