“Bersepahnya meja. Mesti korang budak laki yang makan kan tadi nih? Perempuan jugak yang kena kemaskan Bersihkan. Memang korang takleh hidup eh tanpa perempuan?”

“Hey, sejak bila kau pandai membebel ni?”

“Sejak aku jadi perempuan.”

 

***

“Mail, mintak tolong tengokkan kereta aku boleh tak? taknak hidup lah.”

“Alah, kalau taknak hidup, tanam je lah. apa susah?”

“Main kasar.”

“Perempuan, memang takleh hidup tanpa lelaki eh?”

 

***

3:14. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah  kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Fitrah. Lelaki pasangannya perempuan, dan sebaliknya. Itu fitrah.Takkan nak tolak hukum Allah Allah ciptakan? Takyah tanya siapa memerlukan siapa, yang penting keduanya diciptakan suka sama suka. Pada siapa, itu Allah dah atur.

Tapi, takkanlah sebab itu fitrah, kau, jadikan alasan untuk bercengkerama dan berasmaradana di bawah langit Illahi ni? Halal takpe, Allah redha, Allah pun sayang, masyarakat pun sayang, tapi ini hal bukan yang status halal.

Kalau bab makanan, halal haram priority kooot. Tapi bila keluar dari bab makanan, terus buat dono uno je kan?

heh. duk pusing-pusing kata, tak kemana juga kalau kata itu hanya jadi simpanan dalam akal. tak diluahkan padahal Allah dah kasi ilham. apakah sekadar nak tengok jer? heh. kamu, bekerjalah dengan praktikal. bukan dengan teori. teori tu tak mampu bawa kamu ke tempat yang lebih baik.

falsampah, takkan berakhir kalau tak ditegah.