Jangan berhenti.

“Saya dah stop tulis blog. Terasa makin lama makin banyak cerita diri sendiri yang diconteng. Tak memberi manfaat pada pembaca. Itu pun kalau ada pembaca, kalau takda, lagi lah tak bermanfaat saya rasa. Jangan cari blog saya. Memang dah tukar link, tapi bukan untuk ditulis. Ia akan dijadikan kenangan, andai diri ini jatuh.”

E-mel sent. Harap orang kat sana baca. Walau jauh satu benua.

Dia melihat skrin laptopnya. Inbox (1).”Eh, cepatnya reply.”

“Kalau taknak tulis blog, takpe, it doesn’t matter. Yang penting, jangan berhenti ‘menulis’ manusia.”

InsyaAllah.

“Sekalipun penat, tersungkur, jatuh menyembah bumi, Bangkit kembali. Bangkit. Atur langkah perlahan-lahan. Sekalipun rasa tak mampu, jangan berhenti. Ia perjalanan yang panjang. Kalau tak boleh berlari, berjalanlah. Kalau tak boleh berjalan, merangkaklah. Asalkan kita bergerak. Segalanya Allah dah aturkan. Dia dah aturkan.”

“Ya, aku hanya perlu sabar. Tapi sabar itu tak mudah.” Hati menutur sendirian.

“Cuba awak tengok, Surah Al-Ankabut, ayat 69.” Tangan mencapai Furqan di tepi bantal.

“29:69. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”

Hasbunallahu wa ni’mal wakeel.Allah sebaik-baik penolong.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s